Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

 
Hardware ID -  Pada awal tahun 2005 sejak pertama kali muncul generasi baru dari windows yaitu Windows 7.  Pada awal Windows 7 masuk ke Indonesia, bisa dikatakan hanya beberapa saja yang menggunakan. Hal ini disebabkan karena terlalu minimnya perangkat hardware yang support terhadap Windows 7 pada saat itu.

Windows 7 keluaran pertama yaity Windows 7 Versi Starter dengan 32 Bit. Namun hal ini dirasa kurang memuaskan karena pengguna tidak secara sempurna menikmati semua feature yang ada pada Windows 7 tersebut. Hal ini sangat memungkinkan bagi pengguna untuk meng-Up Grade hardware agar support terhadap perangkat lunak yang akan diinstal. Disusul kemudian Windows 7 dengan versi 64 Bit. Pada Windows 7 64 Bit tidak semua jenis komputer maupun laptop bisa terinstal. Hal ini karena pada masing-masing Hardware memiliki perangkat lunak "Firmware" yang tertanam pada masing-masing perangkat tersebut.

Perbedaan Windows 32 Bit dan 64 Bit
Sebagian dari kita mungkin sidah mengenal apa itu windos 32 bit dan 64bit, terutama jika sebagian besar dari kita adalah pengguna laptop. Namun, banyak dari kita yang belum paham tentang pengertian windows 32 dan 64. Baik windows 32 maupun 64 bit, ini  mengacu pada besarnya register Processor. Besarnya register pada sebuah processor memiliki ruang yang lebih besar untuk mengakses sebuah data dari perangkat lain. Windows dengan register 64bit akan memiliki ruang yang lebih banyak jika dibandingkan dengan windows 32 bit, 16 bit maupun 8b bit.

Contoh pada komputer dengan windows 32bit hanya akan menghasilkan maksimal memory 4GB. Hal ini dikarenakan pada Windows dengan register 32 bit memiliki ruang akses data yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan Windows dengan register 64 bit. Lain halnya dengan windows 64 bit, Ini akan mampu membaca jumlah memori lebih banyak dibandingkan dengan windows 32 bit.

Kelebihan dan kekurangan menggunakan Windows 32 Bit dan 64 Bit

-
Dalam beberapa kasus yang terjadi, pengguna pada tahun 2000 hingga sekarang cenderung lebih memilih windows dengan register 32 bit. Hal ini dikarenakan Support pada perangkat yang digunakan. Seperti contoh saya menggunakan windows 32 bit yang terinstal pada laptop Acer dual core. Support Driver seperti VGA Card, Sound Card, Wireless akan terinstal secara sempurna jika menggunakan Windows 32 bit.

- Pada penggunaan Windows 64 bit, lebih cendenrung pada perangkat komputer maupun laptop dengan spesifikasi Core 2 duo keatas. Hal ini memungkin kan beberapa Support Driver yang cocok baik secara update Online maupun Offline.  Bagi yang belum tau apa itu 64 bit dan 32 bit, tidak berpengaruh pada penggunaan secara langsung. Hal ini akan terasa berbeda jika menginstal aplikasi yang memang dari sananya merekomendsikan 64 bit ataupun 32 bit.

- Kekurangan lain pada windows 64 bit, pada perangkat lama yang tidak bisa terdeteksi pada WIndows dengan register 64 bit. Terkadang ini cukup membingungkan, meskipun sebagian dari mereka bekerja sebagai teknisi komputer. namun hal ini tidak banyak yang memperhatikan.

Cara mengetahui Windows Register
Star - Computer - klik kanan - pilih properties. akan muncul gambar seperti dibawah
Windosw Register


Kelebihan Khusus yang dimiliki Windows 64 Bit

Kita bisa Upgrade Memori dampai tidak terhingga. Kemampuan ini hanya dimiliki windows 64 bit saja dan tidak pada versi sebelumya. Pada kenyataan yang ada kebanyakan pengguna Windows 64 bit memiliki keterbatasan dikarenakan hardware yang tidak mendukung. Rata-rata maksimal pengguna Windows 64 bit hanya berkutik pada 16GB dikarenakan Support daripada motherboard atau perangkat lainya yang digunakan.  Windows 64 bit menawarkan kelebihan khusus berupa Pencapaian performa, hal ini yang palig banyak dicari oleh pengguna Windows 64 bit.

Sumber:http://hardware-id.blogspot.com
Posted by Agung Sulistyo On 16.17 No comments READ FULL POST


sistem operasi
Sistem operasi pada komputer dan laptop

Sistem Operasi  merupakan terjemahan dari bahasa inggris "Operating System", dalam dunia komputer atau teknisi lebih populer dengan nama OS. Operating System sendiri kepanjangan dari OS. Operating sistem memiliki peran yang sangat penting pada sebuah komputer maupun laptop.

System Operasi secara umum berfungsi sebagai penghubung ata pengelola data yang menghubungkan perangkat keras yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.
"Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya"[ Reference]

Operating System memiliki banyak varian. Pengguna biasanya memakai OS sesuai dengan kebiasaan untuk pekerjaan sehari-hari. Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang ditempatkan pada perangkat keras Hardisk Drive melalui proses instalasi. Proses instalasi Sistem Operasi/Operating System melalui berbagai tahapan melalui proses boot. OS memiliki peran sangat penting sebagai penopang berbagai macam software yang terinstal pada komputer maulun laptop. Aplikasi-aplikasi maupun software terinstal melalui proses setelah Instalasi OS selesai.

Sistem Operasi memiliki akses kecepatan tergantung hardware yang digunakan. Jika Kita Instalasi OS Win 7 pada CPU Komputer dengan Spec P4 standar, Maka hasil dari instalasi yang didapatkan akan lambat. Hal ini dikarenakan Hardware pada CPU Komputer P4 kurang mendukung jika diinstal menggunakan OS Win 7.
Proses Instalasi OS dilakukan melalui tahapan seting BIOS [Basic Input Output System]. Bios merupakan Program yang tertanam pada chip yang tertempel pada Motherboar Komputer yang telah di Set Up berdasarkan kemampuan Motherboard.

Ada Beberapa Sistem Operasi  yang popular dipakai saat ini

1. Windows
windows XP
Windows Operating System, Logo image


Windows atua Mircorost Windows merupakan  Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation. Sistem Operasi daru tahun ke tahun mengalami perubahan melihat seiring perkembangan dunia Technologi yang semakin canggih.

Sebelum Tercipta Windows, Padamulanya hanya Ms-Dos (Microsoft Disk Operating System) yaitu sebuah Sistem Operasi yang berbasiskan teks  Command. Dos menjalankan perintah dengan cara memasukan perintah melalui keyboard. Saat ini pengguna MS-DOS sudah jarang pamakainya. Pengguna DOS bisa kita jumpai pada perbankan yang mengutamakan keamanan data. 

Selama Hardware yang menjalankan Dos masih berfungsi normal, Perangkat lunak DOS tidak mungkin akan eror, hal ini sangat berbeda dengan Windows yang sangat rentan dengan eror akibat firus.

2. MAC OS
MAC os
Mac Operating system, Logo image

MAC OS atau Macintosh Operating System adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Apple Computer MAC OS merupakan Sistem Operasi pertama yang menggunakan antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI). 

Dibandingkan Dengan Windows, Mac OS dari segi visual lebih menarik dan memiliki ketahanan dari berbagai malware. Pengguna terbesar Mac OS berasal dari Nedara bagian Eropa.

3.LINUX OS 
linuq OS
Linuq Operating System, Logo image

Linux merupakan Sistem Operasi berbasis Unix.  Meskipun pengguna Linux tidak sebanyak pada pengguna Windows maupun Mac OS, Namu linux memiliki ketahanan terhadap malware maupun firus. Kebanyakan pengguna Linux diterapkan pada server-server besar hal ini didukung oleh perusahaan-perusahaan besar dan ternama seperti DELL, IBM, Intel, HP, Novell.

Sebagian pengguna linux kebanyakan dari golongan  Internet Online marketer yang tidak mau repot terhadap malware. Mereka merekomendasikan karena linux memiliki ketahanan dibandingkan Sistem Operasi lainya seperti Windows dan Mac OS


Posted by Agung Sulistyo On 16.13 No comments READ FULL POST
Bios Merupakan Perangkat lunak yang bertugas melakukan perintah kerja secara manual pada saat masuk Sistem Operasi (OS). BIOS memiliki singkatan dari Basic Input Output System. Bios terletak pada papan motherboard yang terpasang menempel pada papan. Meskipun bios tidak mampu memberikan komunikasi seperti perangkat lain yang memiliki kemampuan tinggkat tinggi, namun BIOS mampu mengendalikan semua jenis perangkat keras /Hardware melalui keyboard.


BIOS, image by google search


Menurut Ilmu informatika, ada beberapa fungsi BIOS yang mampu menjalankan kerjanya

1. BIOS bisa menjalankan perintah dengan istilah Power  on Self  Test. Sebelum kita menginstal sebuah komputer maupun laptop baru, tentu hal yang pertama kita lakukan adalah melakukan test dengan cara mengecek beberapa perangkat yang ada pada komputer. Disamping itu, BIOS juga bisa memberikan informasi yang akurat  mengenai spesifikasi piranti yang terinstal melalui papan motherboard.

 2. Pengaturan konfigurasi Proses dasar sebelum masuk sistem Operasi. Ini biasa dilakukan pada saat menginstalasi perangkat lunak windows pada komputer. BIOS mengatur lalu lalang dari berbagai perangkat lain berdasarkan fungsinya masing-masing tanpa crash.

Pengaturan konfigurasi ini biasanya banyak dimanfaatkan oleh beberapa orang yang ingin meningkatkan kerja komputer agar lebih cepat dengan minimum cost / biaya murah. Ini biasa dilakukan pada saat kita mau over clocking sebuah Desktop Komputer. Meskipun BIOS bisa menjalankan perintah, namun tidak semua Motherboard mampu mengeksekusinya. Hal ini dari masing-masing motherboard memiliki kemampuan kerja masing-masing berdasarkan spesifikasinya

3. Munculnya Sistem Operasi baik itu Wndows, Linux, Ubuntu dan jenis Sistem operasi lainya, merupakan bantuan dai BIOS. BIOS akan melakukan perintah manakala boot yang digunakan pertama adalah sistem operasi, kalau pada Windos biasanya terletak di C untuk sistem. Maka BIOS melakukan perintah sesuai yang kita SET.

4. BIOS membantu dalam pengaturan perangkat keras.
Sering dijumpai sebuah unit komputer mengalami kegagalan pada sistem sehingga WIndows tidak bisa muncul pada papan layar. Ini bisa disebabkan karena kesalahan pada setting BIOS yang tidak sesuai dengan prosedur aturan. Saya ambil contoh, Saya menggunakan motherboard Gigabyte G41 dengan Processor core 2 Duo e7500 clock speed 2,9Ghz /Memory 2 GB DDR 3. Pada seting BIOS saya mengubah nilai processor menjadi 3,5GB dengan Votl + 0,5 Volt. Pada Memory saya ubah Volt standar menjadi + 0,3 Volt.
Kemmungkinan besar Windows tidak bisa muncul karena kegagalan pada Setting BIOS. Pada Setting BIOS yang seperti ini banyak disebabkan oleh jenis Motherboard yang dipakai karena tidak mempu menjalankan tugas dengan kecepatan tinggi. kegagalan tersebut bukan karena BIOS tidak bisa menjalankan perintah, Namun perintah BIOS tidak mampu dijalankan oleh karena faktor kemampuan Motherboard tersebtu.

Set Up BIOS  dan Komponen BIOS

Pada Saat menyalakan komputer maupun Laptop tampilan yang muncul pertama Adalah BIOS. Kita bisa mengetahui jenis BIOS berdasarkan informasi yang muncul pada layar hitam saat pertama menyalakan komputer. Beberapa BIOS ternama seperti Phoenix, AMI, Award, memiliki Set Up yang berbeda beda.

Berikut Detail BIOS dan Cara  masuk ke menu BIOS

AMI BIOS : Tekan DEL pada Keyboard
PHOENIX BIOS :  Tekan F2 pada keyboard
IBM BIOS : Tekan F1 pada Keyboard
MICROID BIOS : Tekan ECS pada Keyboard
AWARD BIOS : Tekan DEL pada Keyboard

Komponen BIOS
- Pada masing-masing jenis Bios memiliki komponen dasar yang secara umum mengkonfigurasi semua jenis perangkat keras yang terinstal melalui papan motherboard.  BIOS juga bisa mengatur lalu lalang jalanya arus yang akan disuplai ke perangkat keras melalui  Power Supply.  Ini memungkinkan untuk membuat komputer bekerja secara sefty/aman dengan melalui kendali BIOS.

- BIOS merupakan keluarga dari perangkat yang terdiri dari "Firmware" dan Chip BIOS. Firmware tersebut tertanam pada BIOS secara permanen dan tidak bisa dikonfigurasi ulang seperti halnya perangkat lainya, seperti Windows dan Aplikasi Software. Dengan seperti ini sangat jarang terjadinya kerusakan atau eror pada BIOS.

BIOS diklasifikasikan sebagai ROM BIOS yang memiliki space namun berukuran sangat kecil. ROM BIOS memiliki fungsi untuk mempercepat akses load pada saat sebelum sistem operasi tampil. ROM BIOS hanya mampu membaca perangkat lunak BIOS saja karena keterbatasan memori yang dimiliki.

Pada saat ini BIOS menyesuaikan dengan kebutuhan. Setiap pengguna bisa Upgrade bios ke versi yang lebih tinggi dengan melihat kebutuhan support hardware yang ada.  namun dalam upgrade bios dengan versi yang lebih tinggi bisa menyebabkan  eror pada BIOS. Hal ini akan lebih aman jika upgrade BIOS terdapat double BIOS / BIOS cadangan agar jika terjadi kerusakan,  BIOS cadangan mampu mem beck up kinerja.


Kesimpulan dari uraian diatas, BIOS (Basic Input Output System)  merupakan bagian  dari komputer yang berisi  kumpulan informasi tentang motherboard. BIOS memberikan informasi terhadap perangkat keras lainya dan melakukan interaksi dari perangkat satu ke perangkat lainya secara langsung.  BIOS mengatur laju sistem boot pada saat komputer dinyalakan dengan seting konfigurasinya pada menu BIOS. Arus pada masing-masing perangkat juga bisa diseting melalui menu BIOS agar perangkat hardware bisa bekerja secara maksimal.


Sumber:http://hardware-id.blogspot.com
Posted by Agung Sulistyo On 16.10 No comments READ FULL POST
Processor pertama kali ditemukan pada tahun 1971 dengan nama Microprocessor 4004. Inilah sejarah pertama munculnya processor intel. Processor intel memiliki sejarah yang sangat panjang melalui berbagai macam uji coba dalam penerapanya. Sejak ditemukanya processor yang memiliki kecerdasan dalam matematika, tahun demi tahun dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan pada saat itu.

Pada saat ini Processor merupakan otak paling cerdas dari jenis chip lain tyang tertanam pada Komputer maupun laptop. Chip dengan milyaran transistor pada Processor dikembangkan sampai saat ini sesuai dengan teknologi yang berkembang pesat. Beberapa penambahan feature pada Processor terus dikembangkan oleh berbagai perusahan ternama didunia seperti Intel dan AMD.

Pada Mulanya Processor hanyalah sebuah 4004 microprocessor yang hanya memiliki 16 Pin dengan kecepatan 740Khz. Kecepatan ini sangat lambat jika dibandingkan dengan Processor saat ini. namun itu merupakan sejarah dimana pertama ditemukanya Sebuah Benda mati yang memiliki kecerdasan matematika dengan daya hitung sangat cepat dan akurat  melebihi dari pada manusia pembuatnya, "itulah Microprocessor".

Berikut daftar processor intel dari generasi Processor Pertama
Dimulai dari atas ke bawah

Processor Tahun Keluar BUS Deskripsi
4004  1971 4 Bit
Intel Microprocessor 4004
Processor pertama dengan nama Microprocessor.
Kaki pada processor ini terbuat dari logam campuran emas.
Processor ini hanya memiliki kecepatan 740Khz dengan Pin/kaki yang berjumlah 16 Pin Ceramic
4004 1972 4 Bit Pada tahun yang berbeda 4004 microprocessor dikembangkan dengan kecepatan 2 kali dari tahun sebelumnya
8008 1972 8
Micro Processor 8008
Generasi MicroProcessor pertama menggunakan 8Bit
8080 1974 8
Microprocesor 8080
processor ini menggunakan CPU 8 Bit dan  berjalan pada kecepatan 2 Mhz
8085 1976 8
Microprocessor 8085.
Processor seri ini merupakan generasi dari 8080 dan masing menggunakan CPU 8Bit. Processor 8085 berjalan dengan kecepatan 3MHz lebih cepat dari seri sebelumnya.
8086 1978 16
Microprocessor 8086
Processor 8086 merupakan processor pertama yang menggunakan design 86X. Processor ini menggunakan CPU 16 dan mempu menjalankan kecepatan 5MHz hingga 10MHz.
8088 1979 16
Microprocessor 8088
Intel 8088 merupakan Micri Processor yang menggunakan basis 8086 pada seri sebelumnya. Processor ini menggunakan CPU 16x register dan menggunakan 8bit.  Pricessor 8088 memiliki kecepatan / Clock 4-7 Mhz lebih cepat deri sebelumnya.
80186 1982 8

Processor ini merupakan generasi baru dari jenis processor sebelumnya. Intel 80186 merupakan micro processor. Processor ini pada kecepatan dan teksture masih menggunakan intel 8086 dan 8088. Processor ini memiliki Clock Speed 6MHz dan menggunakan CPU 16bit register. 
80188 1982 8/16
MicroProcessor 80188, Image by Wikipedia
Generasi selanjutnya dari processor 80x86. Pada seri ini sudah berbentuk Processor dengan Jumlah Pin 68 Ceramic LLC 
80286 1982 16
Microprocessor  Intel 80286
Pricessor 80286 merupakan generasi kedua dari Processor 80X86. Processor ini mampu membaca memori hingga 16MB. 
80376 1989 32
Intel Microprocessor 80376
Basic Processor ini menggunakan intel 80386 dengan Penanaman 32 bit microprocessor. yang selanjutnya dikembangkan menjadi Processor 80386
80386 1989 32
Intel 80386

Intel 80386 lebih dikenal dengan Processor i386 dan merupakan Microprocessor dengan CPU register menggunakan 32 bit.  Processor ini merupakan versi pertama yang menggunakan transistor sebanyak 275.000 transistor. intel 80386 memiliki kecepatan 33MHz 
80486 (Overdrive) 1990 32
 Intel 80486 
Processor seri ini merupakan generasi terakhir dari perkembangan Microprocessor. Processor ini memiliki kecepatan 16Mhz sampai 33MHz  
Pentium 1993 32Bit
Intel Pentium Processor

Intel Pentium merupakan generasi pertama yang menggunakan CPU register 32Bit dan kecepatan frekuensi 60MHz. Processor pentium memiliki PIN kaki yang berjumlah 273 PIN ceramic PGA (Pin Grid Array). Konsumsi Votl yang diperlukan 3,3 Volt. ini lebih hemat energi jika dibandingkan dengan Intel 80486 yang konsumsi Votl memakan 5 Volt.
Processor ini memiliki  3.100.000 transistor, jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan processor sebelumnya.
Pada tahun 1993 intel processor dibuat secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan pasar yang sudah berkembang saat itu. Intel pentium bertahan sangat lama, ini karena dibilang sempurna dimana processor ini sudah bisa membaca berbagai macam file seperti lagu, video, edit photo dll.
Pentium II 1997 32
Intel pentium II, Image by CPU World
Processor Pentium II keluaran pertama masih menggunakan design PGA yang di adopsi dari Processor Pentium I.
Processor ini memiliki kecepatan 200MHz dengan CPU 32 Bit register. Processor ini memiliki Jumlah PIN sebanyak 386. Processor Pentium II merupakan processor generasi ke 6 dengan menggunakan processor core X86.



Celleron 1998 32
Intel Celeron
Intel celleron merupakan generasi dari Intel Pentium II. L2 Chac pada celleron hanya memiliki 128Kb, sedang pada Pentium memori Chac L2 memiliki 512Kb. Jumlah Pin pada Processor ini masih berbasis pada Pentium II dengan jumlah PIN sebanyak 386.  Intel celleron lebih efisien dibandingkan dengan Intel pentium, namun Intel celleron lebih lambat karena faktor L2 Chac memory yang lebih sedikit
Pentium III 1999 32
Intel Processor Pentium III
Intel Processor Pentium III masing menggunakan arsitektur pada Intel Pentium II. Processor ini masih menggunakan  arsitektur CPU 32 Bit register. memiliki Jumpah PIN 370 dan berkecepatan 450MHz-1,4GHz tergantung dari jenis Processornya. 
Pentium 4 2000 32 / 64
Intel Processor Pentium 4
Processor Pentium 4 merupakan generasi terbaru dengan PIN 478 pada processor. Arsitektur pada  processor ini berbeda dari generasi sebelumnya. Register CPU pada processor ini menggunakan 32 Bit dengan kecepatan 1,3GHz - 3,8GHz tergantung pada seri Processor. Dengan munculnya Processor Pentium 4 yang resmi diluncurkan tahun 2000, Processor ini mengalami banyak pengembangan. Perubahan perkembangan Pada Processor ini bisa dilihat pada teksture yang jauh lebih tinggi dari seri sebelumnya.
Pentium M 2003 32 Bit
Intel Processor Pentium M / Intel Centrino

Pentium M lebih dikenal dengan Intel Centrino. Pada processor jenis ini merupakan perkembangan dari intel pentium III dan 4. Processor Pentium M memiliki jumlah 14juta. Kecepatan yang dimilikinya antara 1,3GHz hingga 1,7GHz (Untuk jenis Pentium M Banias) dan 1,5GHz - 2,3GHz (Untuk jenis Pentium M Dothan)
Celleron D 2004 32 / 64
Intel Processor Celleron D

Celleron D merupakan generasi dari keluarga Intel Celleron. Processor Jenis ini menggunakan Motherboard PGA Socet 478 dan Socket LGA 775 pada Processor Celleron D seri terbaru. Processor ini resmi dipasarkan pada tahun 2004 dengan harga lebih murah dibandingkan jenis Intel Pentium.  Pada Celleron D dengan Socket 478 menggunakan CPU Register 32 Bit dan 64 Bit pada jenis LGA 775. 
Celleron M 2004 32 Bit
Intel Processor Celeron M

Celleron M memiliki basis Pentium M. Processor ini menggunakan Socket Motherboard 478 dengan jumlah PIN processor 478. Kecepatan pada processor celeron M berkisar antara 1,4GHz- 1,8Ghz dengan FBS 400-533MHz.  
Pentium D 2005 64
Intel Processor Pentium D
Intel Processor Pentium D

Pentium D merupakan generasi processor pertama dengan basic Intel Processor Pentium 4 dengan menggunakan Socet LGA 775.  Processor ini memiliki kecepatan rata-rata 2,6GHz - 3,8GHz dengan FBS 533-800MHz. CPU pada Processor ini memiliki 64Bit register Processor. Jenis Socet LGA ini masih dikembangkan sampai sekarang (2012)
Pentium Extrame 2005 64 Bit
Intel Pentium Processor Extrame

Extrame Processor masih dalam keluarga Processor D, yaitu processor p4 extrame edition. Processor ini menggunakan Socket LGA 775 dengan CPU Register 32/64 bit dan BUS 32bit. Frekuensi berkecepatan 3,2GHz-3,7Ghz dengan Speed BUS 800MHz. Processor ini memiliki jumlah transistor 178juta transistor yang tertanam pada Processor tersebut. Processor Pentium tidak diproduksi secara besar-besaran. Pengguna dari processor ini kebanyakan dari para gamer dan pengguna komputer jenis server
XEON 2006 32 / 64
Intel Xeon Processor

Intel Xeon merupakan jenis processor yang dirancang khusus untuk server.  Xeon Processor  memiliki performa tinggi pada komputer jenis server. Hal ini didukung dengan computer hardware sehingga mampu bekerja pada level yang tinggi pada computer Server. Kecepatan processor ini bekerja pada 1,4GHz - 2,8GHz. Seri Pertama Intel XEON menggunakan Socket MicroPGA dengan jumlah 603 Pin. 
Core Solo 2006 32
Intel Core Solo

Processor Core Solo menggunakan singgle Core. Pengembangan Processor ini berbasis pada procesor pentium M, yang lebih terkenal dengan nama Intel Centrino. Semua feature pada Processor Core Solo ada pada processor Pentium M. 
Core Duo 2006 32 Intel Core Duo merupakan generasi dari Intel Processor  Pentium M yang merupakan family dari dual core mobile processor. Pricessor ini menggunakan dua core processor dari tingkatam Pentium M. CPU teregistrasi menggunakan 32bit dan kecepatan up to 2,3GHz. 
Core 2  2006 32 / 64
Generasi Core 2 Processor

Core 2 duo merupakan seri processor terakhir yang masih bisa teregister menggunakan X86 atau 32Bit. Processor ini menggunakan dua core processor. masing-masing dari core memiliki 32Kb cache memory.  Processor ini masih menggunakan Socet berbasis LGA dengan jumlah PIN 775. Generasi Processor Core 2 dimulai dari processor Core 2 Duo, Core 2 Quad, Core 2 Extrame, Core 2 Solo, Core 2 Duo Mobile, Core 2 Quad Mobile, dan Core 2 extrame Mobile. 
Pentium Dual Core 2007 64
Intel Processor Dualcore Desktop

Intel Pentium Dualcore merupakan keluarga dari microprocessor mobile. Pentium DC diklasifikasikan menjadi dua jenis processor, yaitu processor dualcore desktop dan Processor Dualcore Mobile. Pada Processor jenis mobile memiliki ukuran yang lebih kecil dari ukuran processor desktop.
Pentium Dualcore Mobile
Celleron Dual Core 2008 64
Intel Celeron Processor Desktop   

Dari segi arsitekture processor ini mengadopsi dari generasi sebelumnya yaitu Intel Celleron. Semua jenis Celeron dualcore menggunakan socket 775 yang terpasang pada landasan motherboard LGA. sama halnya dengan Processor seri Pentium Dualcore Desktop dan Processor Core 2 Desktop.
Intel Celeron Processor Mobile
Jenis Celeron Processor Mobile menggunakan pin 478 micri PIN. Processor ini lebih kecil ukuranya dari jenis Processor Desktop dan terpasang pada papan motherboard jenis FCBGA socket 478. Kecepatan rata-rata 1,8Ghz hingga 2GHz dengan FBS 667 dan 800 FBS
Intel Atom 2008 32 / 64
Processor Intel Atom 230 (Processor Pertama generasi Inel Atom)

Processor Intel Atom terkonsep karena melihat psikologi permintaan pasar. Processor ini bangun pada awal tahun 2008 dengan menggunakan daya yang sangat rendah namun memiliki kemampuan yang tinggi. Generasi Pertama intel Atom menggunakan moden Atom 230 yang memiliki kecepatan 1,6GHz,  menggunakan CPU dengan register 32Bit dan FSB 533MHz. Jumlah Pin 437-ball micro-FC-BG


Processor intel atom tertinggi saat ini menggunakan model N2800 dengan kecepatan 1,8Ghz dual core Processor. CPU register 64 Bit menggunakan Socket FC-BGA 559 Pin  bal micro
Core i7 2008 32/64 November 2008 processor Core i7 resmi dipasarkan dengan teknologi terbarunya dari "Nehalem Microarchitecture". Processor ini todak mengadopsi dari jenis processor sebelumnya. Chipset Pada Processor Core i7 menggunakan Chipset MCH yang tertanam langsung pada Processor. Hal ini sangat berbeda dari Processor sebelumnya yang masih menggunakan Chipset (South Bridge / North Bridge) pada Motherboard.  
Core i5 2009 32/64
Core i3 2010 32/64

Sumber : wikipedia
Posted by Agung Sulistyo On 16.06 No comments READ FULL POST
Hari-demi hari perkembangan teknologi semakin pesat dan perubahan semakin pesat. Perkembangan Teknologi yang paling menonjol terutama dibidang teknologi informatika yang meliput dari berbagai macam aspek. Tenologi dibidang komputer semisal, semakin banyaknya produk-produk yang dijual di pasaran dengan berbagai brand yang menyodorkan berbagai fitur-fitur unggulan.

Pada CPU komputer kita menjumpai perangkat hardware Motherboard yang rata-rata memiliki bentuk fisik kotak atau persegi. Sebagai pengamat komputer tentu mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi sampai hari ini.

Pada awalnya kita menganal motherboard dengan menggunakan socet, baik motherboard untuk Pentium MMX, Intel Pentium 1, intel Pentium 2 sampai Motherboard socet 478 untukjenis processor intel Socet. Pada Motherboard genera itu lebih dikenal dengan Motherboard Socet PGA singkatan Pin Grid Array. 

Generasi motherboard selanjutnya adalah jenis Motherboard LGA  [Land Grid Array].  Jenis Motherboard LGA dimulai dari motherboard LGA dengan Chipset 940. Motherboard jenis ini mampu membaca processor Pentium 4 LGA, baik itu intel celleron maupun intel pentium. 

Generasi Motherboard jenis LGA dimulai sekitar tahun 2005 dan masih bertahan hingga sekarang. Hal ini mungkin cukup beralasan. Pada Motherboard socet LGA kekuatan hantar konektor lebih sempurna, dan hal ini mampu mengurangi suhu panas pada pprocessor dan motherboard. 

1. Motherboard socet intel PGA singkatan dari [Pin Grid Array]

PGA Motherboard
Motherboard for socet Intel PGA
Pada gambar diatas, adalah motherboard untuk socet intel PGA. Pada motherboard tersusun lubang-lubang kecil yang fungsinya sebagai tempat pin/kaki yang ada pada processor. Motherboard jenis ini menurut pakar komputer kurang bagus.   
2. Motherboard Socet Intel LGA singkatan dari [Land Grid Array]
motherboard LGA
Landasan Motherboard untuk Proc Socet LGA
Pada keterangan gambar diatas menggunakan contoh Motherboard LGA untuk jenis processor LGA socet 775 dan 1155. Perbedaan menonjol dari motherboard untuk socet PGA dan LGA terletak pada bentuk fisik pin. Pada motherboard jenis LGA, perbedaannya berdanding terbalik dengan motherboard jenis PGA.
Pada motherboard LGA pin/kaki konektor yang menghubungkan processor dengan motherboard ada pada motheboard. Pada Motherboard Jenis PGA konektor pin ada pada processor
 
Posted by Agung Sulistyo On 16.01 No comments READ FULL POST


Apa itu Motherboard? Apakah Motherboard sama dengan MainBoard, dan SystemBoard? Yup. MotherBoard, MainBoard, SystemBoard, semuanya sama. Semuanya merujuk pada satu benda yang sama. Benda, atau komponen yang sangat penting dalam suatu system komputer. Kenapa komponen ini dianggap sangat penting?
Sebab, MotherBoard adalah tempat bergantung bagi semua komponen komputer lainnya. Jika processor kita umpamakan sebagai otak atau bagian kepala pada manusia, maka MotherBoard bisa kita anggap sebagai tubuh, atau badan. Kamu pasti tahu apa itu fungsi tubuh atau badan, kamu manusia bukan? Yup. Aku yakin kamu pasti manusia.
Pada badan, body, atau tubuh itulah semua anggota badan lain terhubung. Dari kepala, tangan, sampai kaki, semuanya terhubung dan bersatu di tubuh. Coba bayangkan jika ada kepala tanpa tubuh. Atau kaki dan tangan, tanpa tubuh. Mengerikan bukan? Seperti kata pepatah.... Tubuh ku kukuh bersatu teguh... tubuh satu bulu seribu. Artinya? Aku sendiri kaga tau.
Begitu juga dengan arti MotherBoard bagi sebuah komputer. Tanpa motherboard, komponen-komponen lain tidak bisa berfungsi. Dan... seperti halnya tubuh manusia, motherboard juga ternyata ikut berovolusi. Dari komputer generasi pertama, hingga generasi yang ada saat ini, MotherBoard terus mengalami perubahan bentuk. Seiring perubahan bentuk, nama-namanya pun ikut berubah. Berikut ini sejarah perkembangan bentuk dan nama motherboard.

PC and XT

Motherboard pertama yang populer adalah motherboard yang didesign untuk PC pertama, yaitu original IBM PC yang di release pada Agustus 1981. Kemudian IBM mengeluarkan versi keduanya, yaitu XT, yang di release pada Maret 1983. Motherboad untuk IBM PC dan XT ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama.
Bedanya? XT memiliki jumlah slot expansion yang lebih banyak. Coba bandingkan dari kedua gambar dibawah ini. Gambar pertama (kiri) menunjukkan motherboard untuk Original IBM PC. Sedangkan gambar kedua (kanan), menunjukkan motherboard untuk XT.

Full-Size AT

Full-Size AT ini mendapatkan debut pertamanya saat IBM memperkenalkan PC-AT (Advanced Technology) pada Agustus 1984. Motherboard ini di design untuk memenuhi kebutuhan processor 16 bit-286 dari Intel, yang membutuhkan lebih banyak ruang dari yang bisa disediakan oleh motherboard pendahulunya, XT. Coba perhatikan gambar dibawah ini.

Baby-AT

IBM adalah produsen komputer pertama, yang menggunakan board terkecil. Yaitu saat IBM memperkenalkan XT-286 pada September 1986. Namun sayangnya, penggunaan nama "XT" ini rupanya membuat orang jadi bingung. Orang-orang mengira bahwa board XT-286 itu masih menggunakan teknologi yang sama dengan dengan board yang dibuat pada 1981 (IBM-XT). Dan hal itu berakitbat buruk bagi penjualan XT-286.
Dan pada saat yang sama, perusahaan lain juga sedang mengembangkan board seukuran XT namun untuk kelas AT. Dan mereka berpikir, daripada memberi nama board tersebut dengan nama XT-size yang akhirnya juga akan membingungkan banyak orang, mereka akhirnya memutuskan untuk memberinya nama Baby-AT. Nama ini dipilih agar orang mengerti bahwa board tersebut telah menggunakan teknologi AT, namun menggunakan ukuran yang lebih kecil.
Dan pada dasarnya, Baby-AT ini mempunyai ukuran dan design yang sama dengan IBM XT. Bedanya terletak pada layout dari penempatan lubang untuk mur atau baut yang disesuaikan dengan gaya dari casing AT. Motherboard ini juga mempunyai tempat yang spesifik untuk keyboard, dan slot connector yang pas dengan lubang pada casing. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gambar dibawah ini.

Baby-AT ini bisa digunakan untuk menggantikan system yang menggunakan motherboard full-size AT. Baby-AT juga bisa fit dengan beberapa jenis design casing. Karena flexibilitasnya inilah, yang membuat Baby-AT sangat populer, dan terus digunakan dari tahun 1983 hingga awal tahun 1996.

LPX

Motherboard LPX dan mini-LPX ini secara original di kembangkan oleh Western Digital, tepatnya tahun 1987. Walau akhirnya Western Digital tidak lagi memproduksi motherboard, namun design asli dari LPX ini telah banyak ditiru dan terus diproduksi oleh pabrik pembuat motherboard lainnya.
Namun, akibat dari tidak adanya design spesifik untuk riser card, hingga menyebabkan tidak adanya standarisasi dan kesamaan dari masing-masing pabrik dalam hal porsi penggunaan dari bus riser card ini. Dan itu menyulitkan bagi user untuk memperbaiki, mengupgrade, atau mengganti system yang menggunakan board jenis ini. Coba perhatikan gambar dibawah ini.


 PGA


 
PGA adalah singkatan dari Pin Grid Array, adalah tipe koneksi pada prosesor yang secara fisik berupa deretan pin yang tersusun sedemikian teratur yang tertancap pada permukaan chip prosesor, yang didesain untuk dipasangkan pada soket yang kompatibel(pasangannya) pada mainboard. Pin-pin tersebut membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak dan jarak antar pin sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar lubang yang terdapat pada soket. Bentuk pin-pin pada desain tipe PGA bisa menghasilkan koneksi yang tak sempurna prosesor dengan motherboard, karena lubang-lubang yang terdapat pada soket prosesor kurang menjamin sistem kontak (sentuhan) yang sempurna antara permukaan pin itu sendiri dengan jalur-jalurnya dimotherboard. Koneksi tidak sempurna ini bisa terjadi karena posisi pin membengkok atau tidak lurus lagi. Bengkoknya pin bisa dikarenakan sistem pemasangan yang kurang tepat (ceroboh), seringnya lepas pasang dari/ke soket, sentuhan/tekanan jari ke pin yang terlalu keras, atau sebab-sebab yang lain.


LGA



Sedangkan LGA (Land Grid Array) adalah tipe koneksi pada prosesor yang tidak memiliki pin sama sekali sebagaimana PGA, tetapi tipe LGA ini memiliki landasan untuk koneksi dengan pin-pin yang yang terdapat pada soket prosesor dimotherboard. Secara elektris, LGA memberikan performa yang lebih baik karena desain koneksi tipe LGA mampu memberikan distribusi power ke prosesor yang lebih bagus dibandingkan desain koneksi tipe PGA. Model LGA menjamin akurasi antar titik pin pada soket di motherboard dengan titik koneksi dipermukaan mikroprosesornya. Sehingga koneksi antar motherboard dengan prosesornya terjadi lebih sempurna, tidak seperti tipe PGA sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas. Dan juga mikroprosesor tipe LGA memiliki sistem transfer/penyebaran panas yang lebih baik dari pada mikroprosesor tipe PGA.

Hingga tahun 2010, sebagian besar mikroprosesor golongan x86 yang aru diproduksi, didesain menggunakan soket LGA karena model ini mampu menyediakan desain titik yang lebih banyak dan lebih padat dibandingkan model PGA. Sehingga bila menggunakan desain model PGA akan memerlukan ruang lebih besar. 
 
Nah... itu tadi beberapa perkembangan yang terjadi pada bentuk dan nama-nama motherboard. Apakah hanya sampai disitu saja?... nantikan episode berikutnya!!!


Sumber:Berbagai sumber

 
 
Posted by Agung Sulistyo On 15.56 No comments READ FULL POST

Selasa, 05 Maret 2013


Sistem jaringan komputer adalah gabungan atau kumpulan dari beberapa komputer yang dapat diakses secara bersama – sama (seperti floopy disk, CD-ROM, printer, dan sebagainya), dan dapat berhubungan dengan komputer induk sistem lainnya yang letaknya berjauhan.

Adapun komunikasi data dapat diartikan pengiriman data secara elektronik dari satu tempat ke tempat lain melalui suatu media komunikasi, dan data yang dikirimkan tersebut merupakan hasil atau akan diproses oleh suatu sistem komputer.

Sistem jaringan dapat memiliki peralatan pada komputer server untuk dipakai secara bersama dengan komputer client-nya. Namun pada setiap komputer lokal dapat juga dipasang peralatan khusus untuk keperluan komputer lokal tersebut.


Dalam jaringan ada tiga komponen utama yang harus dipahami, yaitu :
  • Host atau node, yaitu sistem komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Node ini dapat berupa:
    • Server : komputer tempat penyimpanan data dan program-program aplikasi yang digunakan dalam jaringan,
    • Client : komputer yang dapat mengakses sumber daya (berupa data dan program aplikasi) yang ada pada server,
    • Shared pheriperal : peralatan-peralatan yang terhubung dan digunakan dalam jaringan (misalnya, printer, scanner, harddisk, modem, dan lain-lain).
  • Link, adalah media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node lainnya. Media ini dapat berupa saluran transmisi kabel dan tanpa kabel,
  • Software (Perangkat Lunak), yaitu program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai pengatur komunikasi data dan periferal dalam jaringan.

Tipe-tipe Jaringan Komputer
Ada beberapa tipe jaringan komputer yang umumnya digunakan. Berikut ini beberapa klasifikasi tipe jaringan komputer yang ada :
1.    Berdasarkan letak geografis
  • Local Area Network (LAN), jaringan ini berada pada satu bangunan atau lokasi yang sama, dengan kecepatan transmisi data yang tinggi (mulai dari 10 Mbps ke atas), dan menggunakan peralatan tambahan seperti repeater, hub, dan sebagainya.
  • Metropolitan Area Network (MAN), jaringan ini merupakan gabungan beberapa LAN yang terletak pada satu kota(jangkauan 50-75 mil) yang dihubungkan dengan kabel khusus atau melalui saluran telepon, dengan kecepatan transmisi antara 56 Kbps sampai 1 Mbps, dan menggunakan peralatan seperti router, telepon, ATM switch, dan antena parabola.
  • Wide Area Network (WAN), jaringan ini merupakan gabungan dari komputer LAN atau MAN yang ada di seluruh permukaan bumi ini yang dihubungkan dengan saluran telepon, gelombang elektromagnetik, atau satelit; dengan kecepatan transmisi yang lebih lambat dari 2 jenis jaringan sebelumnya, dan menggunakan peralatan seperti router, modem, WAN switches..

2.    Berdasarkan arsitektur jaringan
  • jaringan peer to peer
  • jaringan berbasis server (server-based network/server-client network)
  • jaringan hibrid.
(Bagian ini akan dibahas lebih lanjut pada bahasan selanjutnya)

3.    Berdasarkan teknologi transmisi
  • Jaringan switch, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima melalui mesin-mesin perantara atau saluran telepon,
  • Jaringan broadcast, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima dilakukan secara broadcast (disiarkan ke segala arah) baik melalui saluran kabel maupun saluran tanpa kabel.


Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:
1.    Workstation
Dalam jaringan, workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. User berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga dapat mengakses program aplikasi pada workstation yang dapat bekerja sendiri di workstation (stand-alone) itu sendiri ataupun menggunakan jaringan untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.
Workstation dapat berfungsi sebagai :

a.    Server
Sesuai dengan namanya, ini adalah perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan klien yang terhubung pada jaringan tersebut. Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tertentu, seperti untuk penggunaan printer secara bersama (print server), untuk hubungan eksternal LAN ke jaringan lain (communication server), dan file server yakni disk yang digunakan secara bersama oleh beberapa klien. Server ini tidak dapat digunakan sebagai klien, karena baik secara hardware maupun software, ia hanya berfungsi untuk mengelola jaringan.

Ada pula server yang berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya, sehingga server tersebut dapat juga digunakan sebagai workstation oleh user.

b.    Client (klien)
Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai klien dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi, server melayani, sedangkan klien dilayani.
2.    Link
Link atau hubungan dalam Jaringan Lokal dikenal sebagai media transmisi berupa kabel maupun tanpa kabel, yang secara fisik menghubungkan server dan klien.
3.    Transceiver
Transceiver (transmitter-receiver) merupakan perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi .
4.    Kartu Jaringan (Network Interface Card / NIC)
Kartu jaringan ini adalah kartu yang dipasang pada PC yang mengendalikan pertukaran data antarworkstation yang ada dalam jaringan lokal. Setiap workstation harus dilengkapi dengan NIC yang secara fisik terhubung langsung dengan bus internal dari PC.
5.    Perangkat Lunak Jaringan
Perangkat lunak jaringan mencakup:
  • sistem operasi LAN,
  • perangkat lunak aplikasi,
  • perangkat lunak pemrograman, dan
  • program utiliti.
Perangkat lunak ini sangat penting dan mutlak untuk memungkinkan komunikasi antara sistem komputer yang satu dengan sistem komputer lainnya. Tanpa perangkat lunak ini, jaringan tidak akan berfungsi. Sistem komputer dengan LAN dapat menjalankan semua perangkat lunak aplikasi yang dapat berjalan pada stand-alone PC.


Arsitektur Jaringan Komputer

Arsitektur jaringan komputer merupakan tata cara penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data.


Ada tiga bentuk arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan komputer:
1.    Jaringan peer to peer
Pada jaringan peer to peer (Gambar 2.2.), semua komputer memiliki posisi setara/sejajar, dalam hierarki yang sama. Setiap komputer dapat menjadi klien terhadap komputer peer lainnya, setiap komputer dapat pula berbagi sumber daya dengan komputer yang berada dalam jaringan peer-to-peer ini. Sumber daya diletakkan secara desentralisasi pada setiap anggota jaringan, dan tidak memerlukan administrator jaringan.

Aliran informasi bisa mengalir di antara dua komputer secara langsung, di mana pun. Namun, jaringan ini tidak sepenuhnya bebas tanpa kontrol, masih bisa digunakan password untuk memproteksi file dan folder, dapat juga diatur agar orang-orang tertentu tidak bisa menggunakan periferal tertentu.

Karena kemudahan pemasangan, pemeliharaan, serta biaya, jaringan ini lebih populer untuk jaringan dengan jumlah komputer yang sedikit (sekitar 2 sampai 20 komputer).

Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi antar komputer dengan hierarki yang sama karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server maupun klien.

Gambar  Jaringan peer-to-peer


2.    Jaringan client/server

Pada jaringan client/server (Gambar 2.3.), perangkat lunak yang mengontrol keseluruhan kerja jaringan berada pada server. Jaringan ini dapat menghubungkan ratusan komputer dengan tingkat keamanan yang tidak dimungkinkan dalam jaringan peer-to-peer.

Jaringan ini bisa diatur sehingga setiap klien harus log on ke server sebelum bisa memanfaatkan sumber daya yang terhubung ke server. Server lalu mengotentikasi klien dan memverifikasi bahwa komputer yang digunakan klien tersebut memiliki izin untuk log on ke jaringan, dengan memeriksa username dan password klien tersebut terhadap database pada server.


Gambar Jaringan client/server


Posted by Agung Sulistyo On 09.44 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Label

Advertisement

Translate

Categories